Categories
Artikel

Taman Eden 100, Buat Taman Konservasi Anggrek Spesies Toba

Taman Eden 100 Desa Lumban Rang Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba Samosir merupakan tempat Agrowisata dan wisata rohani yang dikelola secara konvensional oleh keluarga Sirait. yang telah diresmikan oleh Bupati Drs Monang Sitorus pada bulan Februari lalu.. dr. Ria Talembanua selaku pemrakarsa mengatakan, saat ini terbuka untuk umum untuk mengunjungi ataupun untuk dijadikan sebagai bahan penelitian di tempat tersebut.

dr. Ria yang sangat menguasai anggrek spesies dari pengalamannya sebagai pengoleksi bunga anggrek hutan dan puluhan buku dan katalog anggrek dari dalam dan luar negeri memutuskan, bahwa taman konservasi ini merupakan peluang besar bagi sector pariwisata Danau Toba yang akhir-akhir ini kurang bergairah. Selain melihat Danau Toba wisatawan saat ini sudah bisa beragrowisata dengan melihat berbagai anggrek spesies langka karena lokasi Taman konservasi ini sangat mudah dicapai dan berada di tepi jalan, dan dicapai hanya sekitar 20 menit dari Parapat. Karena Taman Konservasi tersebut berada di kawasan Tobasa, maka dipastikan Pemkab Tobasa akan diuntungkan dengan kehadiran Taman Konservasi tersebut.

dr. Ria mengajak agar masyarakat peduli terhadap kelestarian anggrek spesies Toba, dan dapat membantu Forum Peduli Anggrek Toba dalam menemukan dan mengidentifikasi anggrek spesies di kawasan Danau Toba. Semua anggrek ini akan ditangkarkan di Taman Eden dan tidak tertutup kemungkinan untuk dibudidayakan. Akan dipilih mana yang boleh diperjualbelikan. Dana penjualan yang didapat nantinya akan dipersembahkan seluruhnya kepada Pemilik sebagai penambahan biaya pelestarian pengelolaan Taman Eden secara keseluruhan.

Banyak tanaman langka lainnya yang harus dilestarikan di Taman Eden ini, selain anggrek, namun diakuinya, kepedulian pemerintah dan masyarakat Tobasa sebenarnya merupakan kunci dari keberhasilan pelestarian ini. Semoga dengan berdirinya Taman konservasi Anggrek Spesies yang didirikan secara swadana ini akan membuka mata hati dan nurani kita untuk bersama-sama bertanggungjawab terhadap semua ciptaan Tuhan, tandas dr. Ria.

Anggrek Spesies Toba telah banyak berpindah ke luar negeri, sehingga Anggrek Toba tersebut sangat terkenal di luar negeri karena keunikannya. dr. Ria juga mengantisipasi agar anggrek Toba ini tidak punah dari daratan sumatera karena selama ini telah banyak orang (kolektor) mengangkut anggrek Toba ke luar daerah termasuk luar negeri, jangan sampai nama Anggrek Toba saja yang ada kita tahu tetapi bunganya telah tiada.

Sementara itu Perhimpunan Anggrek Indonesia Cabang Medan yang diwakili oleh Bapak Dimarti Abbas, mengatakan bahwa mengenai jenis Anggrek yang telah terindentifikasi di Indonesia sebanyak 4000 jenis, termasuk Anggrek Toba.

Anggrek Indonesia menghimbau agar masyarakat dapat lebih mencintai bunga termasuk anggrek, karena pemasaran Anggrek di Sumatera Utara termasuk stabil. Namun Pak Dimarti Abbas mengakui dalam hal fasilitas untuk ekspor bunga merupakan kendala di Indonesia. Bapak Dimarti membandingkan pemasaran baik untuk ekspor maupun impor di Negara Kenia (Afrika) sudah lancar, bahkan warga Kenia (Afrika) telah dapat menggantungkan hidupnya dari hasil penjualan bunga.