Categories
Artikel

Hobi dan Inspirasi

Setiap hari pasti banyak cerita atau kejadian yang bisa saya tulis di kertas, tapi setelah beberapa lama saya berpikir alangkah sayangnya kalau tulisan ini hanya di tuangankan dalam kertas karena yang membaca hanya saya, padahalkan bisa saja tulisan ini di baca oleh orang banyak.

Menulis bisa di bilang sudah menjadi hobiku karena apa yang aku lihat, aku alami pasti aku tulis. Kadang bukan hanya dari pengalamanku saja yang aku tulis bisa saja itu dari kejadian orang lain, sahabatku dan orang terdekat di sekitarku. Aku pernah berpikir apakah tulisan yang aku tulis ini memiliki manfaat bagi orang lain, apakah tulisan ini bisa jadi pengalaman atau pelajaran bagi orang lain.

Setelah lumayan sering memuat tulisan, aku mulai mendapatkan jawaban atas pertanyaanku selama ini. Ternyata banyak yang berkomentar positif ada yang bertanya masalah pelajaran, atau sekedar memberi komentar semangat, ada juga komentar yang berisikan dukungan dari orang yang memang ahli di bidangnya dan ada juga komentar dari sahabatku yang kamar kosannya sebelahan, awalnya aku memuat tulisan itu agak malu-malu jadi gak ada teman dekatku yang tau kalau aku lumayan sering ngeblog, saat suatu hari dia bilang, “tulisannya lumayan menghibur dan menginspirasi, cuma ada beberapa kata yang harus di perbaiki lagi” wah nggak nyangka banget ternyata teman aku juga ada yang sering baca blog aku, terima kasih ya.

Ini nih yang membuat semangat buat menulis lagi jadi nya seru bisa bertukar pendapat dan pikiran juga. Pernah suatu hari ada yang bertanya masalah skripsi ia menanyakan judul buku sebagai referensi yang lucunya adalah aku belum pernah menyusun skripsi, dan baru merasakannya sekarang.

jadikan menulis itu sebagai kebiasaan, untuk dapat menghasilkan tulisan yang baik kita juga perlu membaca banyak buku supaya memiliki banyak pengetahuan, Untuk itu saya sering membeli buku bacaan di toko online karena belanja online itu selain murah dan aman di sana juga banyak pilihan buku dan terpercaya.

Asiknya punya hobi menulis itu bisa dilakukan di mana saja di berbagai tempat dan kapan pun kamu mau. Menulis juga bisa dijadikan objek untuk menuangkan kreatifitas, mencari rejeki, menulis juga bisa di jadikan kesenangan untuk melepas penat dan bisa juga di jadikan profesi.

Saya mulai sering menulis semenjak masuk kuliah, belum terlalu terlambat, kan? Waktu itu saya di suruh oleh dosen saya membuat blog untuk tempat menupload tugas yang di berikan oleh dosen. Setelah memiliki blog pribadi dan bermodalkan rasa penasaran yang kuat saya mencoba untuk mengisi dan memuat tulisan di sana.

Rata-rata hasil tulisannya adalah jika saya berpikiran untuk menulis maka saya akan segera menulis, karena jika saya terlintas sesuatu maka langsung saya tuliskan jika di lewatkan maka akan terlupakan. Segala sesuatu yang terlintas di pikiran bisa saja menjadi tulisan tapi pastikan dulu tulisan itu baik atau tidak, karena menulis dapat menyalurkan perasaan kedalam sebuah tulisan bahkan menjadi sebuah cerita.

Jika ada yang bertanya mengapa saya memilih hobi saya menulis, karena mau bernyayi tidak bisa, mau main alat musik tradisional tapi tidak ada alat musik yang bisa aku kuasai. Yah yang paling pas adalah menulis, karena prinsipku adalah menulislah bila itu melegakan, menulislah bila itu menguatkan dan menulislah bila itu membahagiakan. Siapa tau Hobimu, Inspirasi sekelilingmu.

Categories
Artikel

Cara meninggikan badan

Tinggi badan yang tidak proporsional tentu sangat berpengaruh pada penampilan kamu, hanya karena masalah tinggi badan orang bisa merasakan minder atau kurang percaya diri. Jutaan bahkan puluhan juta rupiah dikeluarkan untuk membeli produk atau alat peninggi badan hanya untuk mendapatkan tinggi badan yang kita inginkan. Ada yang berhasil tapi banyak pula yang harus gigit jari karena alat tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Tinggi badan laki-laki indonesia pada umumnya berkisar antara 160 cm sampai 170 cm. Tinggi badan seperti ini umum untuk ukuran warga negara indonesia. Namun jika merasa masih belum puas, maka tidak ada salahnya mengikuti tips yang akan saya jelaskan di halaman ini:

  • Berolahraga, mungkin bosan membaca kata’berolahraga’, itu wajar karena memang hampir di semua tips yang saya jelaskan semuanya mengikutkan point berolahraga. Namun itu adalah salah satu cara yang harus dijalankan jika ingin mendapatkan tinggi badan yang kamu idam-idamkan selama ini. Dengan berolahraga secara teratur maka vitamin dan nutrisi yang masuk lewat makanan dapat diserap dengan baik oleh tulang kita.
  • Perbanyak makanan yang berkalsium, susu adalah salah satu bahan makanan yang mengandung banyak kalsium, oleh karena itu biasakanlah meminum susu secara rutin setiap hari jika kamu menginginkan tinggi badan kamu bertambah. Namun yang harus kamu ingat adalah kalsium tersebut tidak serta merta dapat diserap oleh tulang. Kamu harus melakukan olahraga secara rutin agar kalsium itu dapat diserap oleh tulang.
  • Beristirahat secara teratur, tubuh membutuhkan istirahat yang cukup agar dapat menjalankan fungsinya secara normal. Jika tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup maka fungsi tubuh dan kesehatan kamu dapat terganggu.
  • Bebaskan pikiran kamu dari semua masalah agar tidak terserang stress yang ahir-ahir ini banyak diderita oleh manusia-manusia modern. Setiap orang tentu memiliki masalah masing-masing, namun itu tidak lah benar jika kamu harus memikirkannya setiap saat. Ada waktunya kamu memikirkan masalah tersebut dan ada waktu pula untuk kamu bersantai. Pikiran yang tidak tenang atau dapat kita sebut sebagai stress yang berkepanjangan dapat mengganggu metabolisme tubuh kamu. Ini tentu tidak baik bagi usaha kamu untuk mendapatkan tinggi badan yang sesuai keinginan kamu.

Empat hal di atas dapat kamu kombinasikan dengan menggunakan alat peninggi badan yang bisa kamu dapatkan di toko-toko kecantikan. Penggunaan alat peninggi badan baru dapat kamu rasakan khasiatnya jika kamu mengikuti empat tips di atas.

Categories
Artikel

Cara Mudah Memutihkan Gigi dengan Alami

Semua orang siapa pun itu, pasti sangat menginginkan penampilan yang menarik untuk dirinya sendiri. Memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa masalah penampilan sangatlah penting bahkan sering menjadi nomor satu yang dijadikan standar untuk penilaian seseorang dalam proses penerimaan kerja. Salah satu yang dapat mempengaruhi penampilan selain berat badan yang ideal adalah keluhan pada gigi yang menguning. Banyak orang yang mencari cara untuk memutihkan gigi mereka, karena gigi merupakan salah satu aspek penting yang dapat dijadikan penilaian pertama dari penampilan seseorang.

Bagi anda yang memiliki dana lebih tentunya akan lebih mudah pula mengatasi masalah gigi yang menguninga, karena anda hanya perlu mengunjungi dokter gigi dan meminta bantuan untuk mengatasi keluhan gigi anda agar kembali memutih sekaligus melakukan perawatan gigi. Biaya yang harus dikeluarkan pada saat anda menjalani perawatan untuk memutihkan gigi biasanya tergantung pada tingkat warna gigi yang anda miliki. Sehingga akan cukup sulit mempertimbangkan seluruh biayanya.

Namun anda hanya perlu mengetahui bahwa melakukan pemutihan gigi atau bisa di sebut juga bleaching pada dokter gigi, amka dapat dipastikan gigi anda akan menjadi lebih putih dibandingkan dengan sebelum melakukan perawatan. Tetapi, meskupun hasilnya akan sesuai dengan angka yang dibayarkan dan anda tidak akan kecewa dengan biaya yang anda habiskan untuk memutihklan warna gigi anda yang menguning. Meskipun begitu, pastinya anda tidak akan serta merta mau mengeluarkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit hanya demi penampilan.

Mungkin tidak semua orang beranggapan sama, tetapi jika masih bisa dilakukan dengan cara alami dan murah serta aman. Mengapah harus susah-susah mengantri di dokter gigi dan mengeluarkan anggaran untuk perawatan gigi yang tidak sedikit. Tahunkan anda, proses pemutihan gigi juga dapat dilakukan dengan alami menggunakan bahan-bahan herbal tradisional yang dapat anda lakukan dirumah sendiri sehingga dapat lebih aman dan murah.

Permutihan gigi dengan cara tradisional dan alami tentukan akan lebih membutuhkan ketelatenan yang cukup tinggi dan waktu yang cukup lama dibandingkan dengan perawatan langsung di dokter gigi. Berikut adalah cara untuk memutihkan gigi dengan alami, diantaranya:

Menggosok gigi dengan stroberi: Selain kaya akan kandungan vitamin, ternyata buah stroberi mempunyaki kandungan lain yang dapat dimanfaatkan untuk membantu memutihakan gigi dengan alami. Cara memutihkan gigi dengan stroberi adalah dengan membelah buah stroberi menjadi dua bagian atau beerapa potongan kecil, kemudia potongan buah stroberi tersebut bisa diguankan untuk menggosok gigi.

Menghindari minum alkohol dan merokok: Gigi yang menguning dapat disebabkan oleh beberapa hal, atau disebabkan oleh kebiasaan yang salah. Misalnya dengan terbiasa meminum kopi , merokok dan kebiasaan meminum alkohol. Untuk menjaga agar peningaktan warna pada gigi anda tidak terus terjadi, maka sebaiknya anda berusaha untuk mengurangi konsumsi kopi, alkohol juga merokok.

Menggunakan benang gigi: Meskipun anda sudah rajin menggosok gigi, ternyata gigi anda tidak bagitu saja aman dari gangguan bakteri. Untuk itu supaya kebersihan gigi meningkat, maka sangat penting untuk menunjang program pemutihan gigi yang sedang dijalankan. Asa baiknya anda menggunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela makanan di gigi yang tidak hilang meskipun anda sudah menggosok gigi dengan bersih.

Namun sayangnya, pemutihan gigi secara alami ini akan lenih sulit dilakukan dan membituhkan waktu yang lama. Apalagi jika gen warna gigi yang memang sedikit lebih kuning dari pada warna gigi normalnya. Maka dari itu jika anda ingin melakukan proses pemutihan gigi dengan cara alami, maka anda harus melakukannya dengan teliti dan sabar untuk menghasilakan hasil yang memuaskan.

Categories
Artikel

Meneguk Kehidupan Hedonisme dan Plural Bali

Tuhan mendengar juga keinginin hati untuk segera menginjakkan kaki ke sana. Di Bali. Bermodal harga promo menginap di Tune Hotel, Kuta dan tiket pesawat yang kebetulan dapat harga murah meriah. Bertolak ke Bali tengah bulan September yang baru saja berlalu. Kebetulan pertama kali merasakan sekaligus mendapatkan tiket serba murah ala backpacker dari info sani sini, kemudian hunting sesuai apa yang ku dapat infonya dan saya mendapatkan tiket pesawat Air Asia dengan harga IDR45.000 pulang pergi Jogja-Bali-Jogja dan tak sengaja pula aku mendapatkan harga promo menginap di Tune Hotel sekelas minimal bintang 2 dengan harga IDR5000 per malam dengan fasilitas standar, kamar bersih dengan ukuran 3×3 include kamar mandi dalam sangat bersih dan kasur empuk, dapet kipas angin, air panas tanpa toiletries, TV, dan AC, jika menginginkan fasilitas tambahan seperti toiletries harus membayar lagi sebesar IDR17000 per malam atau tambahan AC menambah IDR40000 per malamnya, tetapi aku tidak butuh semua tambahan itu.

Yang ku butuhkan hanyalah tempat bisa menyandarkan punggung ini dengan rileks dan air panas saja, sesuai. Karena di sana memang pertama kali menjalankan misi ngetrip solo ala gembel, yang penting bisa meraup pengalaman hidup warga lokal, tau banyak soal local wisdom, kebudayaan mereka dan bagaimana cara mereka hidup, itu yang terpenting serta hidup berdampingan dengan warga lokal. Bertandang menikmati alam pulau Dewata adalah sesuatu yang saya nanti-nanti dalam hidup ini.

Seperti biasa, sebelum berangkat tuk menyeberang pulau, saya mempersiapkan ransel untuk backpakeran, tidak banyak yang disiapkan karena hanya trip sabtu-minggu saja, tetapi yang wajib di bawa adalah kamera, recorder, handycam, dan yang tak kalah penting adalah jangan membawa barang untuk di bagasi. Yaay! Setelah semuanya beres, saya langsung cabut menuju Bandara Adi Sucipto, untuk naik burung baja yang sudah menungguku disana. Pagi jam 5:30 aku sudah sampai di bandara dan cek in, semua berjalan lancar. Pukul 8 pagi sampai di Bandara Ngurah Rai, Bali, Langit cerah nan biru pulau impian yang telah menyambutku. Panas, iya panas banget, kataku.

Dari bandara saya sengaja jalan kaki menyusuri pantai sambil menikmati menuju hiruk pikuk keramaian kota Kuta. Pagi itu saya melihat orang orang keluar rumah memberikan sesaji atau sembahyang yang di letakkan di pura pura kecil terletak dihalaman rumahnya masing masing berharap doanya terkabul saat dalam memulai hari untuk bekerja, berjualan dan lain sebagainya dengan tujuan diberkati dan banyak berkah oleh Tuhan yang di yakininya. Sepintas, saya pikir kota ini seperti bukan kota yang semestinya di Bali, yang melimpah dan surganya budaya, semua nampak kebarat baratan, itu yang nampak dari awal saya menginjakkan kaki di Kuta, memang ini surganya tempat orang untuk membuang uang dan plesiran karena saat disana berjalan melintas banyak bangunan, perilaku masyarakat minim syarat budaya lokal dan arus budaya benar benar seperti bergeser menjadi sangat hedonis, saat melihat sepintas dan benakku berkata demikian.

Saya sangat kawatir dengan kondisi ini dengan datangnya orang bule dari seluruh penjuru dunia membawa budaya barat dari negaranya masing masing akan membawa pengaruh perubahan budaya barat terhadap bali. Semoga tidak! Semoga adat istiadat bali tetap terjaga dan lestari walau tak terbantahkan banyak para pelancong yang hadir dan menjadi hal yang utama sebagai mata pencaharian warga lokal, karena inilah nilai jualnya. Terbukti masih banyak bentuk bangunan yang masih menjaga budaya dan pakaian adat bali yang kuat sekali dengan masyarakat yang masih teguh dengan pakaian adat bersliweran di jalanan. Kususuri jalanan kuta selama 2 jam lebih dengan membawa GPS (Gunakan Penduduk Setempat) sekalian mencari Tune Hotel yang entah dimana gedung itu berdiri.

Perjalanan jalan kaki menuju arah tak jelas untuk menikmati atmosfir deretan kota pesisir pantai Kuta tidak terlalu melelahkan karena pemandangan disekitar kompleks tersebut menarik sehingga lelah yang seharusnya saya rasakan tergantikan oleh rasa kepuasan melihat pemandangan sekitar kompleks tersebut. Akhirnya ketemu juga tuh Hotel, ‘nylempit’ di antara gang di dekat pantai Kuta. Aku kemudian cek in di Hotel yang seharga 5 ribu perak per malamnya sembari merebahkan punggung yang seharian memanggul ransel. Fasilitas yang kudapatkan di hotel tersebut lumayan dengan harga segitu, bersih rapi seperti hotel kelas bintang 2 dengan konsep minimalis, sudah ada air panas, kipas angin, tetapi ruangan sedikit sempit.

Jika ingin mendapat fasilitas lebih seperti AC kudu bayar lagi 40 ribu per malam, untuk toiletries nambah 17 ribu per malamnya. Untungnya, saya tak butuhkan itu semua, karena percuma juga mendapatkan banyak fasilitas tetapi di Bali saya akan selalu di luar untuk menjelajah seluruh wilayah kota, pulangpun sudah kecapean dan mandi kemudian langsung tepar.

Saat malam tiba, aku kontak beberapa orang CS bali, hanya ada 2 orang yang memang aku hubungi yaitu Hermanto dan Arifah, karena hanya itu kontak yang aku punya, dan saat itu juga saya janjian dengan Hermanto, untuk ketemu di hotel jam 19:30 WITA. Ketemuanlah aku dengan Hermanto, dan dia mengajakku untuk keliling Kuta, dia mengajakku makan malam dimana anak anak CS bali sering berkumpul sambil mengisi perutnya. Disini biasanya kami berkumpul dan sekaligus makan malam bareng, selain memang harganya terjangkau bagi kaum traveller, tempatnya juga asik, Kata Hermanto. Aku beruntung bisa bertemu dia, bisa diajak keliling untuk dikenalkan Kuta, juga dapat cerita pengaaman dia soal CS dan budaya orang Bali. Selesai makan malam, kita janjian ketemuan dengan arifah juga di pinggir pantai kuta. Kami cerita cerita ngalor ngidul diiringi suara ombak dan angin sepoi berbau amis pantai. Ini merupakan pertamakalinya traveling sendirian dan gabung dengan komunitas traveling CS. Banyak hal yang dapat kuserap dari pengalaman dan cerita dari mereka. Cool! Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam, akhirnya kami putuskan balik keperaduan.

Hari kedua, aku di pinjami motor arifah, dengan garansi aku kudu membuatkan plat nomor motornya yang memang sudah tak nempel lagi di belakang motornya. Akhirnya, kupinjamlah motor arifah untuk keliling Kuta sendirian. Putar putar kota ga jelas, menghafalkan jalanan disana dan berbincang bincang dengan warga lokal sekitar soal aktifitas keseharian orang bali. Menjelajahi jalanan kota Kuta sudah cukup memulai untuk memutar kenangan dan kesan yang indah. Jalanan di Kuta kebanyakan tidak cukup luas, namun semua kendaraan berjalan lancar, tak ada macet. Di jalan-jalan utama, terkadang kendaraan berjalan padat merayap.

Namun saya tak jenuh, karena bangunan-bangunan di kanan-kiri jalan yang tertata rapi penuh pepohonan besar dan rindang, terkadang penuh artistik atau bahkan bernilai sejarah, menjadi hiburan tersendiri bagi para pengendara. Warga Bali dengan kultur yang sangat kuat dan masih menggunakan kasta sebagai tolok ukur level dalam kehidupan sosialnya yang tergambar dalam bangunan pura yang ada di depan rumahnya, selain penggunaan nama seseorang. Selain sebagai tempat persembahyangan dan doa, pura yang di bangun semakin besar dan megah pura itu berdiri kokoh di depan rumahnya menandakan dia berada di level atas dan orang yang ‘berada’.

Setelah putar putar kota, saat aku mencari tempat pembuat plat nomor untuk motor Arifah, sesuai pesan sang empunya motor. Rada susah menurutku mencari tempat yang membuat plat setelah putar putar lamanya, akhirnya Aku dapatkan tempat pembuatannya, dia dari semarang, dari ngobrol dengan pembuat plat ternyata tidak bisa langsung jadi saat itu juga karena dia lagi banyak pesanan. Kuputuskan untuk tak membuatnya, tetapi kuganti plat nomor tersebut dengan coklat hehe. Setelah sore hari aku mengontak Arifah untuk ketemuan, ternyata dia orang yang sibuk dan pekerja keras, karena bisa ketemu dengan dia kudu nunggu hingga jam 9 atau 10 malam, karena dia selepas pulang dari kantor jam 5 sore masih banyak hal yang harus dia selesaikan.

Sembari nunggu untuk ketemu dengan dia, kumanfaatkan waktu untuk ngobrol ngobrol dengan satpam Tune Hotel. Satpamnya baik hati, menceritakan berbagai hal soal kebudayaan yang masih kental di Bali. Beruntungnya aku. Selebihnya, aku menengok kehidupan malam Kuta Bali memang identik, tidak heran karena ada berbagai bar, pub, kafe dan diskotik yang selalu ramai pengunjung di waktu malam. Jalan Legian dekat Kuta Bali adalah contoh nyata dari kehidupan malam di Bali. Kehidupan Malam di Kuta identik dengan gemerlapnya lampu disko dan gerakan erotis para penari. Gadis indonesia terlihat ramai di daerah ini, walaupun banyak juga wisatawan manca seperti asia juga memadati jalanan dan pub ataupun bar.

Pukul 10 malam, aku ketemuan dengan Arifah di kos nya, dan kuputuskan untuk tidak lagi balik ke hotel melainkan, nge-surf di tempatnya Arifah, dan ini merupakan pertamakalinya aku ngelakuin couch request di tempat lain yang menjadi destinasiku, karena aku biasanya hosting temen temen traveler di komunitas saat orang orang berkunjung ke Jogja. Begini toh rasanya. Asik juga dan unik, kataku dalam hati. Pengalaman yang mengesankan ini akan selalu aku ingat. We share, we care, and happiness. Kami ngobrol-ngobrol dengan Arifah hingga tengah malam, biacara soal komunitas traveling ini, dan hal lain yang menjadi pengalaman hebat masing-masing. Tetapi sebetulnya ga banyak yang bisa kulakuin untuk explorasi Kuta secara umum, tetapi banyak hal yang bisa kulihat dari solo backpakeranku selama disana, rame, banyak bule, gemerlap, kerlap kerlip lampu, jalanan, orang orang lalu lalang, cafe, warung, rumah Bali, pohon di sarungi.

Keesokan harinya saat subuh menjelang, Arifah bersedia bangun dan mengantarkanku ke bandara di Ngurah Rai. Sangat baik hati, aku sangat menghargai ketulusannya untuk membatuku. Makasih Arifah ya, kataku kulontarkan ke dia. Dan berakhirlah perjalananku yang agak amazing ini hehe. Secara keseluruhan perjalanan ini untuk melihat suasana masyaraka berbudaya budaya dan melihat langsung kemegahan kehidupan Bali yang beragam. Selain itu tempat ini cocok untuk mereka yang tidak terlalu suka dengan perjalanan wisata yang terlalu ‘rough’ dan melelahkan. Indonesia memang bangsa yang memiliki sejarah nusantara yang menarik teman.